Selamat pagi.
Ada salam untukmu dari burung pipit yang biasa bernyanyi
dan bersitingkap di dahan jambu.
Seharusnya kau ada pagi ini,
ia bernyanyi bagus sekali. Berceracau manis,
tembang tentang rumput-rumput
dan bunga-bunga jambu yang berguguran.
Burung pipit bersahabat dengan waktu.
Setiap pagi dan petang yang memanjang.
Ia bersahabat dengan sunyi,
bahkan jika kita penghuni di sini sudah pergi
dan meninggalkan pintu pagar yang berkarat.
Ia bersahabat dengan siapapun.
Kucing, dedaunan, dan reranting pohon.
Membangun sarang yang hangat dan mengajarkan anak-anaknya
mencintai alam.
mengajarkan bernyanyi dengan cericit nakal;
sehingga kami, terbangun dan mengunyah pagi
dengan seribu pertanyaan tak berkesudah di kepala
Burung pipit. Meninggalkan salam untukku.
Sungguh!
Mungkin ia satu dari jenis yang berpetualang hingga
ke negeri-negeri seberang, dan menemukanmu sedang duduk
di tebing karang atau di pantai yang lengang.
Katanya padaku:
Ada seorang gadis,
memandang laut dan bersahabat debur ombak
sedang menulis surat dan memandang senja dengan mata yang berat.
Di sana, di sebuah negeri tempat senja istirahat.
Sekilas saya melihat, ada nama Tuan ditulis dalam alamat.
Tunggulah, mungkin Tuan akan terima surat dari Gadis itu kemudian.
Ah, Benarkah engkau yang santai di sebuah pantai
Atau Pipit itu salah melihat?
Sungguh. Pagi ini Pipit-Pipit bernyanyi jenaka sekali.
Antara nyanyinya,
terpaut syair tentang duka dan keceriaan berpetualang.
Antara rimanya,
ada sajak tentang rindu yang berjarak.